JSIT Indonesia Gelar Puncak Milad ke-15 di 3 Lokasi NTT: Kupang, Ende, dan Larantuka

Lima belas tahun kiprah Jaringan Sekolah Islam Terpadu Indonesia atau JSIT Indonesia dalam upaya turut serta membangun Indonesia melalui pendidikan.JSIT Indonesia senantiasa berusaha mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana disebutkan dalam amanah alinea keempat pembukaan UUD 1945. Dalam era globalisasi yang semakin mendekatkan jarak kemanusiaan seluruh negeri di dunia, menuntut kita untuk tetap meneguhkan jati diri ruang hidup (lebensraum) nasional kita dengan semangat nasionalisme kebangsaan. JSIT Indonesia selalu memberikan penyadaran kultural kepada seluruh peserta didiknya mengenai hakikat nasionalisme bangsa Indonesia dalam bingkai NKRI dan Bhineka Tunggal Ika.

Mendidik anak bangsa dalam era milenial menuntut kita untuk senantiasa menghadirkan inovasi kreatif dalam seluruh proses pendidikan agar peserta didik memiliki kesiapan menjalani peran-peran sosial pada masanya kelak. Milad ke-15 JSIT Indonesia menjadi momentum yang tepat untuk menegaskan kembali semangat dan cita-cita JSIT Indonesia bersama seluruh elemen bangsa melakukan pemberdayaan lembaga sekolah yang efektif dan bermutu. Tema Milad ke-15 adalah Bakti JSIT Indonesia untuk Negeri. Tema ini sengaja diambil untuk memperjelas bahwa JSIT Indonesia bersungguh-sungguh berbakti pada bangsa melalui pendidikan.

JSIT Indonesia lahir di Yogyakarta pada 31 Juli 2003. Kini telah memiliki kepengurusan di seluruh Indonesia atau 34 provinsi dengan anggota sebanyak 2.211 sekolah Islam terpadu meliputi 899 TKIT/PAUD IT, 867 SDIT, 362 SMPIT, dan 83 SMAIT/SMKIT dengan jumlah guru 40.158 orang, 412.035 peserta didik di 337 kab/kota yang ada anggota SIT-nya.

Rangkaian kegiatan Milad ke-15 JSIT Indonesia yang telah diselenggarakan meliputi:


  1. Konferensi Pendidikan pada Sabtu 25 Agustus 2018 lalu di Gedung A Insan Berprestasi Kemendikbud. Temanya adalah Mendidik generasi milenial dalam bingkai NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika untuk Melanjutkan Kepemimpinan Nasional. Tujuan konferensi adalah 1. mendapatkan pembekalan bagaimana mendidik generasi milenial ditengah perubahan yang terjadi dengan basis NKRI dan Bhineka Tunggal Ika sehingga mereka dapat menjadi calon-calon pemimpinan nasional pada masanya, dan kedua mendapatkan pokok-pokok pikiran dan strategi dalam mencapai generasi milenial untuk melanjutkan kepemimpinan nasional. Narasumber yang hadir Prof. Dr. Frans Magnis Suseno, SJ sebagai Budayawan Katolik, Pemerhati Pendidikan dengan topik Pendidikan Karakter dalam Bingkai Bhineka Tunggal Ika. Narasumber kedua Prof. Dr. Suyatno, M.Pd, sebagai PP Muhammadiyah dan Rektor UHAMKA, dengan topik; Ekosistem Pendidikan yang Melahirkan Pemimpin Bangsa. Narasumber ketiga Mohammad Zahri, M.Pd. sebagai Ketua Umum JSIT Indonesia dengan topik Bakti JSIT Indonesia untuk Negeri.
  2. Telah di-Launching buku Bunga Rampai Pemikiran Guru dalam Mendidik Kids Zaman Now yang mencerminkan kumpulan tulisan terbaik guru-guru SIT dan pengurus JSIT Indonesia dengan sejumlah gagasan dan pengalaman terbaik dalam mendidik anak zaman now.
  3. Telah dilaksanakan Pelatihan gratis bagi 10.000 guru di seluruh Indonesia dengan peserta selain guru SIT dengan tema Menjadi Guru Transformatif dalam Penguatan Karakter Bangsa.
  4. Telah dilaksanakan Pelatihan gratis bagi 1.000 guru di sekitar Jabodetabek dengan peserta selain guru SIT/guru SIT.



Kini, puncak acara Milad/Ulang Tahun dilakukan di JSIT Nusa Tenggara Timur dengan tiga lokasi sebagai berikut


  • Kupang dilaksanakan pada Sabtu, 20 Oktober 2018 di Hotel Maya Kampung Selor dengan peserta 150 guru nonSIT/SIT
  • Ende dilaksanakan pada Ahad, 21 Oktober 2018 di Kantor Aula Bupati Ende dengan peserta terdata 200 guru non-SIT
  • Larantuka dilaksanakan pada Ahad, 21 Oktober 2018 di GN Hotel dengan peserta terkonfirmasi 150 guru non-SIT
  • Dipilihnya NTT sebagai tempat puncak acara Milad ke-15 JSIT Indonesia dengan alasan, Pertama. NTT masih memerlukan uapaya yang serius dalam meningkatkan mutu pendidikan melalui para guru secara bersama-sama. JSIT Indonesia terpanggil untuk turut andil dalam hal ini. Kedua, sebagai bukti nyata kontribusi JSIT Indonesia di daerah yang minoritas Islam dengan semangat Bhineka Tunggal Ika sehingga dapat secara bersama memajukan pendidikan NTT yang dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi toleransi.


Dalam kegiatan ini ada dua agenda yakni seminar guru menjadi guru yang transformatif bagi penguatan karakter bangsa dan pemberian bantuan laptop bagi guru. Seminar mengangkat tema tersebut agar para guru dapat memahami pentingnya menjadi guru transformatif di era kekiniaan sebab zaman telah berubah. Ada tuntutan guru untuk meningkatkan kapasitas diri menghadapi kebutuhan abad 21 ini. Selain itu guru juga akan diberikan wawasann bagaimana cara merancang pembelajaran yang transformatif. Narasumber yang akan menyampaikan seminar ini adalah pejabat teras JSIT Indonsia yakni M Zahri, M.Pd sebagai Ketua Umum JSIT Indonesia, Suhartono, M.Pd selaku Sekjend JSIT Indonesia, Fahmi Zulkarnain sebagai Waketum, Masud, M.Pd.I selaku Bendahara Umum, Herma Musyanto selaku Ketua Regional 6, dan Sahroni sebagai Ketua Departemen Sosial Kemanusiaan.

Bantuan laptop diberikan kepada para guru yang telah mendedikasikan diri dalam profesinya sebagai guru di Kupang, Ende, dan Larantuka. Pejabat yang hadir dalam kegiatan ini dikabarkan adalah Gubernur NTT Bapak Victor Laiskodat atau yang mewakilinya, saat di Ende ada informasi Bupati Ende akan hadir atau yang mewakilinya serta anggota Dewan Provinsi NTT di Larantuka.

Sumber : jsit-indonesia.com

Post a Comment

0 Comments